Do’a Akan Melembutkan Hati Seorang Hamba

Do’a Akan Melembutkan Hati Seorang Hamba

Doa merupakan saranan pengharapkan, meminta keperluan dan sarana untuk senantiasa menyandarkan diri hanya kepada Allah. Adapun pada hakikatnya doa merupakan salah satu wujud kefakiran seorang hamba kepada Allah swt, merasakan kehinaannya sebagai manusia yang serba lemah, juga menjadi saranan untuk memuji Allah serta mengakui kemuliaan-Nya.

Ketinggian derajat seorang hamba adalah ketika ia mampu bertaqwa dan mendekatkan diri kepada Allah swt., dan berdo’a merupakan salah satu caranya, sebab ketika seorang hamba berdo’a maka ia sedang bersaksi bahwa  hanya kepada Allahlah ia menyembah serta hanya kepada-Nya lah ia meminta pertolongan. Selanjutnya berdo’a menjadi sesuatu yang paling mulia bagi Allah swt, Rasulullah saw. bersabda :

“Tidak ada sesuatupun yang paling mulia bagi Allah dari doa” (HR. Ahmad)

Sahabat, selain beberapa hal diatas, do’a juga menjadi sarana pelembut hari seorang hamba. Sebaliknya tidak pernah berdo’a bisa menjadi  salah satu penyebab kerasnya hati seseorang, karena ia angkuh terhadap Allah dan merasa tidak perlu atas pertolongan-Nya.

Berdo’a merupakan salah satu hal yang dapat melembutkan hati seorang hamba, memungkinkan sesuatu yang tidak mungkin, mendekatkan sesuatu yang jauh serta melembutkan sesuatu hal yang keras, termasuk kerasnya hati seseorang.

Semakin banyak berdo’a kepada Allah maka akan semakin memperbanyak kebaikan yang bisa kita raih, baik kebaikan yang bersifat batin ataupun yang nampak didepan mata. Adapun kebaikan yang bersifat batin yang datang karena seorang hamba berdo’a ialah merasa bahagia karena hati kian dekat dengan Allah, memuji dan mengagungkan Allah setiap saat, merasa memerlukan Allah dalam segala hal serta melembutkan hati.

Adapun kebaikan yang terlihat adalah ketika do’a yang dipanjatkannya kepada Allah swt. dikabulkan oleh-Nya. Dan bahkan ketika do’a tersebut tidak dikabulkan ia akan tetap menjadi kebaikan disisi-Nya. Sebagaimana dalam hadits nabi saw. berikut.

Dari Abi Said Al-Khudri ra, Rosulullah SAW bersabda: “Tidaklah seseorang yang berdoa kepada Allah dengan doa yang tidak mengandung dosa, atau memutus silaturrahim, kecuali Allah akan memberikan kepadanya salah satu dari tiga hal berikut: dikabulkan doanya, atau disimpan untuknya kebaikan yang serupa, atau dihilangkan keburukan darinya. Maka para sahabat berkata, “Ya Rosulullah kalau begitu kami akan memperbanyak doa”. Rasulullah menjawab: “Bahkan yang di sisi Allah lebih banyak lagi”.

Mengetuk Pintu Langit Dengan Berdo’a

“Do’a” merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan seseorang untuk memenhui hajat-hajat dalam hidupnya, dengan do’a ia bisa meminta pertolongan agar dikuatkan dan diberikan jalan dalam memenuhi hajatnya lalu kemudian menyempurnakannya dengan berikhtiar atau bekerja keras.

Do’a juga merupakan amunisi terakhir yang dimiliki oleh seorang muslim, sesuatu yang melebihi logika dan rasionalitas manusia. Ia mampu merubah yang msutahil jadi mungkin dan yang jauh menjadi dekat. Keberadaan do’a sangat penting bagi seorang muslim, Umar bin Khattab berkata : “Yang aku khawatirkan bukanlah do’aku yang tidak diijabah, akan tetapi yang aku khawatirkan ialah aku tidak lagi diberikan hidayah oleh Allah untuk berdo’a dan meminta kepada-Nya”.

Sahabat, ditengah keadaan yang serba krisis dan tidak pasti ini, marilah kita menceklis satu persatu do’a-do’a kita lalu memanjatkannya kepada Allah swt. mari kita rapihkan lagi do’a-do’a kita kepda Allah. Sebab, bisa jadi dengan merapihkan do’a-do’a kita, masalah-masalah yang berantakan dalam hidup kita akan dirapihkan oleh Allah swt.

Semoga do’a-do’a yang kita panjatkan dikabulkan oleh Allah swt dan menjadi kebaikan bagi semuanya. Semoga juga dengan memperbanyak do’a kepada-Nya menjadikan hati kita lembut dan jauh dari keangkuhan serta kesombongan. Aamiin

Leave a Reply