Tiga Amal Yang Paling Berat Menurut Imam Syafi’i

Tiga Amal Yang Paling Berat Menurut Imam Syafi’i

Tiga Amal Berat Menurut Imam Syafi’i – Setiap amal akan mendapatkan balasannya di akhirat kelak, entah itu amal baik ataupun amal buruk. Akan mendapatkan balasan baik jika amal yang kita kerjakan itu baik, dan sebaliknya akan mendapatkan balasan yang buruk jika amal yang kita kerjakan tersebut amal yang buruk.

Dalam hal ini, islam menganjurkan kepada seluruh umatnya untuk mengerjakan amalan baik dan menjauhi segala amal buruk yang dilarang oleh agama. Tentunya setiap muslim menginginkan dirinya selalu berada dalam kebaikan dan mengerjakan amalan-amalan yang baik, agar diberikan keselamatan baik itu di dunia maupun di akhirat kelak.

Berbicara tentang amalan baik, menurut Imam Syafi’I ada beberapa amalan yang paling berat untuk dikerjakan. Amalan-amalan tersebut adalah sebagai berikut.

Sedekah Ketika Miskin

Sedekah merupakan amalan baik yang akan dapat mengantarkan kita ke surga. Ketika seseorang berada dalam kelapangan rezeki maka ia akan dengan mudah mengeluarkan hartanya tersebut untuk bersedekah. Namun beda halnya jika seseorang berada dalam keadaan yang sempit ataupun miskin. Pada umumnya orang yang sedang mengalami kekurangan akan mementingkan dirinya sendiri dan akan sangat enggan untuk mengeluarkan hartanya untuk bersedekah.

Adapun sedekah dalam kondisi sempit atau miskin merupakan sedekah yang paling utama, Allah sangat menyukai kepada hamba-Nya yang bermurah hari meskipun dalam keadaan sempit.  Untuk itu sebagai orang yang beriman kita harus meyakini bahwa sedekah dalam keadaan sempit akan mendatangkan keberkahan dan kelapangan rezeki bagi siapapun yang menunaikannya.

Wara’  saat sendiri

Pada umumnya setiap orang akan menunjukan sisi positifnya ketika berada dalam jama’ah atau keramaian. Tentunya hal tersebut sangat berpengaruh terhadap keikhlasan kita untuk berbuat baik atau meninggalkan segala sesuatu yang telah diharamkannya.

Adapun dalam keadaan sendiri, seseorang memiliki kecenderungan untuk melakukan seseuatu yang telah dilarang atau diharamkan. Kita bisa dengan sesuka hati untuk melakukan apapun yang kita mau termasuk segala sesuatu yang dilarang-Nya.

Dengan demikian, orang yang meninggalkan larangan ketika sendiri merupakan orang yang memiliki keimanan yang kuat kepada Allah. Ia melakukan ibadah bukan karena ingin dilihat orang lain melainkan melakukan ibadah seolah-olah ia melihat Allah dan juga selalu merasa berada dalam penglihatan dan pengawasan-Nya.

Mengatakan Kebenaran di hadapan orang yang ditakuti

Islam mengajarkan kita untuk tidak takut pada apapun kecuali pada Allah, hal tersebut  telah tertulis didalam Al-Qur’an dan Sunnah. Namun, sebagai manusia biasa tentunya kita sering merasa takut kepada orang yang memilki kekuasaan dan kekuatan lebih tinggi.

Namun, merasa takut kepada orang memiliki kekuasaan dan kedudukan yang tinggi jangan sampai menjadikan kita tidak berani untuk menyatakan kebenaran dihadapan mereka yang ditakuti. Karena sejatinya kebenaran semenyakitkan apapun itu, harus kita katakana kepad siapapun itu.

Sahabat, ketiga amalan diatas merupakan amalan yang berat karena sulit untuk kita lakukan. Tentunya dalam hal ini kita harus terus meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt agar kita mampu bersedekah dalam keadaan sempit, wara’ ketika sendiri dan mengatakan kebenaran dihadapan orang yang ditakuti.

Semoga kita semua diberikan hidayah dan petunjuk untuk berada dalam kebaikan sehingga mampu beristiqamah dalam melakukan amalan shalih, baik itu amalan yang ringan maupun amalan yang berat. Aamiin

Dadan Rhamdani

085966180991

Leave a Reply